Yayuk Wahyuti
Pendahuluan
Salah satu bagian yang penting dalam paradigma keperawatan adalah
manusia yang merupakan titik sentral dalam pelayanan keperawatan. Untuk
dapat memeberikan palayanan keperawatan tersebut, perawat perlu memahami
konsep manusia sebagai individu yang holistik, konsep homeostatis,
berbagai pandangan teoritis tentang manusia serta konsep – konsep
kebutuhan manusia.
A. Konsep Individualitas
Untuk membantu klien mencapai, mempertahankan atau meningkatkan taraf
kesehatan yang optimal, perlu dipahami klien sebagai individu. Tiap
individu adalah mahluk yang unik yang berbeda dengan setiap individu
yang lainnya, dengan perbedaan – perbedaan di dalam penampilan genetik,
pangalaman hidup, dan interaksi dengan lingkungan.
Dimensi inividualitas mencakup kepribadian (karakter) dan identitas diri
(pandangan yang dimiliki sebagai ciri yang terpisah dan dapat dibedakan
dengan yang lainnya). Tiap karakter seseorang mencakup keseluruhan
tingkah laku dan emosional seseorang: Sikap, nilai–nilai, motif,
kemampuan, kebiasaan, penampilan dan status emosional.
Bila membuat perencanaan dan implementasi asuhan keperawatan pada klien,
perlu difokuskan pada klien sebagai individu. Untuk memastikan
perawatan individual, perawat harus mengaplikasikan “perawatan total” ke
tingkat personal. Perawatan total mencakup semua area dan prinsip yang
harus diingat bila merawat setiap klien dengan kondisi tertentu;
perawat harus mengenal klien sebagai seorang individu dan memahami
masalah individu tersebut. Kemudian perawat mengacu pada prinsip –
prinsip yang ditetapkan dalam perawatan total dan menggunakannya untuk
diaplikasikan pada individu yang spesifik dalam perencanaan keperawatan
dan pendidikan kesehatan klien.
Individu juga berhubungan dengan persepsi seseorang dan secara langsung
mempengaruhi bagaimana seseorang akan berpikir, berperasaan, dan
bertindak dalam suatu situasi. Bidang persepsi (Perceptual field) adalah
istilah yang digunakan untuk menjabarkan pandangan seseorang secara
sadar tentang suatu pengalaman pada waktu tertentu. Tidak ada orang yang
memiliki bidang persepsi yang sama.
Tiga fakor utama yang mempengaruhi persepsi individu:
Kebutuhan
Nilai-nilai atau keyakinan
Konsep diri.
Pemahaman terhadap persepsi sangat esensial bagi perawat bila
berkomunikasi dengan klien dan bila memperoleh dan menginterpretasi data
pengkajian kesehatan tentang klien tersebut. Untuk berbagai informasi
seccara akurat dengan seseorang klien, perawat harus mempersepsikan apa
yang klien maksud untuk dipersepsikan. Untuk meningkatkan kemampuan
dalam mngumpulkan data dan keakuratan dalam membuat intervensi tentang
klien, perawat harus secara terus-menerus berusaha untuk meningkatkan
kemampuan observasi tentang bidang persepsi tersebut.
B. Konsep Holistik
Perawat memandang individu sebagai keseluruhan yang utuh atau holistik,
dan bukanlah gabungan dari bagian-bagian atau proses – proses.
Istilah holistic berasal dari bahasa Yunani yang berarti “keseluruhan”.
Berdasarkan pandangan tersebut maka apabila terjadi gangguan pada satu
bagian akan mempengaruhi atau mengganggu keseluruhan sistem dari
individu.
Bila diaplikasikan pada manusia, maka konsep holistik menekankan fakta
bahwa perawat harus tetap memandang keseluruhan individu dan berusaha
memahami bagaimana perhatian tertentu klien berhubungan dengan
keseluruhan individu. Karena itu bila menganalisa satu bagian dari
seseorang, perawat harus mempertimbangkan bagaimana bagian tersebut
saling berhubungan dengan yang lainnya. Perawat juga harus memperhatikan
interaksi dan hubungan individu dengan lingkungan eksternal dan yang
lainnya.
C. Konsep Homeostatis.
Konsep homeostatis pertama kali di introduksi oleh WB Cannon (1939)
untuk mendeskripsikan kekonstanan relatif dari proses internal dalam
tubuh, seperti kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah, tekanan
darah, suhu tubuh, gula darah, dan keseimbangan cairan dan elektrolit..
Menurut Cannon kata “homeostatis” tidak berarti sesuatu yang stagnasi
atau tidak bergerak, tetapi berarti sesuatu kondisi yang mungkin
bervariasi tetapi relatif tetap konstan. Homeostatis merupakan
kecenderungan tubuh untuk mempertahankan suatu keadaan yang seimbang
sementara secara terus - menerus berubah. Pada manusia homeostatis
dapat dibagi ke dalam homeostasis fisiologis dan homeostasis psikologis.
1. Homeostatis Fisiologis
Homeostatis fisiologis berarti bahwa lingkungan internal tubuh relatif
stabil dan konstan. Semua sel tubuh memerlukan suatu lingkungaan yang
relatif konstan untuk dapat berfungsi; karena itu linkungan internal
tubuh harus dipertahankan dalam batas – batas yang pendek.
Proses homeostasis fisiologis terjadi melalui empat cara berikut:
1. Pengaturan diri (self regulation). Sistem ini terjadi secara otomatis
pada orang yang sehat seperti pengaturan fungsi organ tubuh.
2. Kompensasi. Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan
dalam tubuh. Sebagai contoh, apabila secara tiba-tiba lingkungan
menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami konstriksi
dan merangsang pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatan
(misalnya menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga suhu tetap
stabil, pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada saat
terjadi ancaman terhadap tubuh, peningkatan keringat untuk mengontrol
kenaikan suhu tubuh. .
3. Umpan balik negatif. Proses ini merupakan penyimpangan dari
keadaan normal. Dalam keadaan abnormal, tubuh secara otomatis akan
melakukan mekanisme umpan balik unt;uk menyeimbangkan penyimpangan yang
terjadi.
4. Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis. Sebagai
contoh, apabila seseorang mengalami hipoksia, akan terjadi proses
peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup ke
sel tubuh.
Dua regulator homeostatis yang utama yaitu sistem saraf otonom dan
sistem endokrin. Sebagai tambahan, sistem kardiovaskuler, renal,
respirasi dan gastrointestinal sangatlah penting untuk mempertahankan
homeostasis.
2. Homeostasis Psikologis.
Homeostasis psikologis adalah keseimbangan emosi atau psikologis atau
status mental yang sehat. Keseimbangan ini dipertahankan oleh berbagai
mekanisme.
Tiap orang memiliki kebutuhan psikologis tertentu yang harus dipenuhi
untuk mempertahankan homeostasis psikologis, misalnya kebutuhan
mencintai dan dicintai, keamanan dan keselamatan, dan harga diri. Bila
salah satu atau lebih kebutuhan ini tidak dipenuhi atau terancam,
mekanisme koping tertentu diaktivasi untuk melindungi sesorang dan
menyediakan homeostasis psikologis.
Ancaman homeostasis psikologis yang lain dapat berupa, frustrasi,
konflik, tekanan, dan krisis. Keadaan ini membuat individu bertahan
dengan mekanisme penyesuaian dari respon adaptif – maladaptive. Bentuk
mekanisme ini dapat berupa: orientasi tugas dan mekanisme pembelaan ego.
Homeostasis psikologis di dapat atau dipelajari melalui pengalaman
hidup dan interaksi dengan orang lain. Sebagai tambahan norma sosial dan
kebudayaan juga mempengaruhi perilaku. Berikut iniadalah ringkasan
dari berbagai persyaratan agar seseorang dapat mengembangakan
homeostasis psikologis:
a. Adanya lingkungan fisik yang stabil dimana sesorang merasa aman dan
nyaman misalnya tersedianya makanan yang cukup, tempat tinggal dan
pakaian.
b. Lingkungan psikologis yang stabil sejak masa bayi, sehingga perasaan
cinta dan kasih saying dan rasa percaya dapat berkembang.
c. Lingkungan sosial yang terdiri dari adanya orang dewasa yang
merupakan contoh peran yang sehat. Karena anak-anak belajar kebiasaan
dan nilai-nilai sosial dari orang dewasa ini.
d. Pengalaman hidup yang memberikan kepuasan. Sepanjang hidup manusia
akan mengalami berbagai frustrasi. Individu akan dapat menghadapi hal
ini bila memiliki atau mengalamii cukup pengalaman yang memuaskan untuk
menyeimbangkan kondisi frustrasi tersebut.
D. Beberapa Pandangan Teoritis tentang Manusia
Pandangan perawat tentang manusia mempengaruhi intervensi keperawatan
yang ia berikan. Meskipun pada umumnya perawat setuju bahwa manusia
merupakan mahluk bio-psiko sosial, mereka berbeda dalam memandang
manusia sebagai penerima pelayanan keperawatan.
Para ahli telah mengembangkan sudut pandang manusia dari berbagai teori seperti teori sistem, adaptasi dan interaksi.
1. Teori Sistem
Manusia adalah suatu sistem terbuka yang terdiri dari sub sistem-sub
sistem yang saling berhubungan. Karena manusia merupakan mahluk bio,
psiko-sosial dan spritual,maka komponen bio, psiko sosial dan spritual
dianggap sebagai suatu sistem dengan hirarki subsistem. Sistem biologis
misalnya dapat dibagi ke dalam subsistem neurologi, muskuloskeletal,
respirasi, sirkulasi, gastrointestinal, dan urinaria. Setiap sub sistem
dapat dibagi lagi ke dalam kelompok kecil misalnya sub sistem urinaria
terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih dan urethra. Sistem
psikologis dan sosial terdiri dari sub sistem yang meliputi pola pikir,
parasaan, interaksi.
Nama dari sub sistem psikologis dan sosial bervariasi tergantung dari
ahli yang bersangkutan. Johnson (1980) menjelaskan sistem manusia dalam
istilah perilaku. Sub sistem psikologis meliputi: afiliatif, dependency,
agresif/proteksi, dan pencapaian, sementara Orem (1980) mengelompokkan
sistem psikologis dan sosial sebagai kondisi hidup sendiri atau bersama
orang lain.
2. Teori Adaptasi
Adaptasi merupakan suatu proses perubahan yang memungkinkan individu
untuk berespon terhadap perubahan lingkungan tetapi tetap mempertahankan
integritas atau keutuhan dirinya (Levine, 19669). Dalam hal ini
lingkungan berarti semua kondisi, batasan-batasan atau pengaruh
sekeliling yang mempengaruhi lingkungan dari organisme atau sekelompok
organisme yang mencakup lingkungan internal atau eksternal.
Roy menyatakan bahwa manusia merupakan sistem yang adaptif, berfungsi
secara keseluruhan. Perilaku adaptif adalah perilaku dari keseluruhan
individu. Roy mengidentifikasi dua sub sistem prosessor internal dari
sistem adaptif yaitu regulator dan cognator (Roy & Robert, 1988).
Individu menggunakan sub sistem ini untuk beradaptasi dengan lingkungan
atau koping dengan stimulus dari lingkungan eksternal dan internal.
3. Teori Interaksi
Manusia sebagai sistem personal, interpersonal dan Individu.
Menurut King ( 1976) perhatian utama keperawatan adalah perilaku
manusia, interaksi sosial dan pergerakan sosial. Karena itu King
memasukkan tiga sistem interaksi dinamis ke dalam komponen manusia :
Individu (sistem Personal), Kelompok (sistem Interpersonal) dan
masyarakat (sistem sosial). Ketiga sistem ini diangap rellevan sebagai
konsep yang berhubungan untuk memahami manusia.
E. Kebutuhan Manusia
Meskipun manusia memilki karakteristik yang unik, akan teapi kebutuhan
tertentu tetap dimilki oleh semua orang. Kebutuhan manusia adalh kondisi
fisiologis atau psikologis yang harus dipenuhi oleh individu untuk
menapai suatu status kesehatan atau kesejahteraan. Kebutuhan
inimerupakan persyaratan yang mengstimulasi suatu respon untuk
mempertahankan integritas.
1. Hirarki Kebutuhan Maslow
Abraham Maslow mengembangkan teori kebutuhan manusia pada tahun 40-an,
menurut Maslow, kebutuhan dapat memotivasi perikau individu. Model
kebutuhan menurut Maslow dibagi dalam lima tingkatan kebutuhan sesuai
dengan seberapa kritis kebutuhan tersebut terhadap keselamatan manusia.
Dalam urutannya kelima kategori tersebut adalah:
1. Kebutuhan fisiologis
2. Keselamatan dan Keamanan
3. Cinta dan dicintai
4. Harga diri
5. Aktualisasi diri
Maslow mendiskusikan bahwa ada dua kebutuhan tambahan yaitu kebutuhan
untuk tahu dan untuk memahami.. Dia percaya bahwa kedua kebutuhan ini
selalu ada pada setiap tingkatan danmembuat seseorang memenuhi kebutuhan
lainnya dengan lebih efisien. Maslow juga perccaya bahwa kebutuhan pada
suatu tingkat harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan pada
tingkat yangberikutnya dapat dicapai.
2. Hirarki Kebutuhan Kalish
Richard Kalish (1977) mengadaptasi hirarki kebutuhan Maslow ke dalam
enam tingkat. Dia menyarankan suatu tambahan kategori kebutuhan diantara
kebutuhan fisiologi dan keamanan. Ketegori ini adlaah kebutuhan
stimullasi yang meliputi : seksual, aktifitas, eksplorasi, manipulasi,
mencari hal baru.
Kalish menekankan bahwa anak-anak perlu mengesplorasi dan memanipulasi
lingkungan mereka untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal.
3. Karakteristik Kebutuhan Dasar
Semua orang memiliki kebutuhan dasar yang sama; akan tetapi tiap
kebutuhan seseorang dimodifikasi oleh kebudayaan yang bersangkutan.
Persepsi kebutuhan seseorang bervariasi sesuai dengan pembelajran dan
standar dalam kebudayaan.
Seseorang memenuhi kebtuhannya tergantung pada prioritas hidupnya.
Meskipun kebutuhan dasar seccara umum harus dipenuhi, tetapi beberapa kebutuhan dapat ditangguhkan.
Suatu kebutuhan dapat dirasakan, baik oleh internal maupun eksternall (misalnya rasa lapar, dsb)
Seseorang yang memprsepsi suatu kebutuhan dapat berespon dalam berbagai ccara untuk memenuhinya.
Kebutuhan saling berhubungan. Beberapa kebutuhan tidak dapat dipenuhi bila kebutuhan yang berhubungan belum terpenuhi.
4. Faktor - faktor yang mempengaruhi kepuasan akan kebutuhan
Banyak faktor yang mempengaruh kemampuan individu dalam memuaskan kebutuhan mereka.
Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Dasar Manusia
Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut:
1. Penyakit. Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan
pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikolo'gis, karena
beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar
dari biasanya. >.
2. Hubungan Keluarga. Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan
pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan
kesenangan hidup, tidak ada rasa curiga, dan lain-lain.
3. Konsep Diri. Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan
kebutuhan dasar. Konsep diri yang positif memberikan makna dan keutuhan
(wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat menghasilkan perasaan
positif terhadap diri. Orang yang merasa positif tentang dirinya akan
mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup
yang sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.
4. Tahap Perkembangan. Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia
mengalami perkembangan. Setiap tahap perkembangan tersebut memiliki
kebutuhan yang berbeda, baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial,
maupun spiritual, mengingat berbagai fungsi organ tubuh mengalami proses
kematangan dengan aktivitas yang berbeda urituk setiap tahap
perkembangan.
5. Penentuan Prioritas Kebutuhan
Meskipun kebutuhan Maslow telah ditampilkan dalam bentuk hirarki, klien
dan perawat kadang-kadang harus mengatur prioritas kebutuhan. Individu
secara terus menerus berubah dan berkembang, karenanya kebutuhannya juga
konstan dan selalu berubah, tergantung pada situasi.
Perawat dapat membantu klien untuk memenuhi beberapa kebutuhan secara
bersamaan. Kebutuhan yang berhubungan dengan anccaman kehidupan seperti
mengatasi klien yang kekurangan oksigen, kegawatdaruratan psikistri
misalnya tingkah laku bunuh diri, selalu diasumsikan sebagai prioritas
utama.
Pada banyak situasi, kebutuhan seseorang tidak selalu tergantung pada
priorotas saja. Dalam hal ini perawat dan klien memeprhatikan beberapa
faktor seperti kesehatan klien. Persepsi klien dan orang pendukung
tentang kesehatan dan latar belakang sosial budaya. Seseorang mungkin
tidak memiliki persepsi bahwa ia memiliki suatu kebutuhan yang spesifik.
Jika demikian, maka perawat mengalokasikannya dalam prioritas yang
rendah, dan memebrikan tindakan bila klien tersebut telah siap. Misalnya
perokok berat mungkin tidak melihat kebutuhannya untuk berhenti
merokok.
Latar belakang sosial ekonomi dan budaya juga mempengaruhi bagaimana
seseorang menyususn prioritas mereka misalnya para istri mungkin
mempunyai persepsi bahwa menyiapkan sarapan pagi untuk suami lebih
penting daripada beristirahat.
APLIKASI DALAM KEPERAWATAN
Pengetahuan tentang manusia dan konsep kebutuhannya dapat membantu perawat dallam berbagai hal:
Membantu perawat untuk memahami dirinya sendiri sehingga mereka bisa mencapai kebutuhan personal di luar situasi klien.
Dengan memahami kebutuhan manusia, perawat dapat memahami perilaku orang lain dengan llebih baik.
Pengatahuan tentang kebutuhan dasar dapat memberikan kerangka kerja
untuk dapat diaplikasikan dallam proses kepee\rawatan pada tingkat
individu dan keluarga.
Perawat dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang kebutuhan manusia untuk mengurangi stres.
Perawat dapat menggunakan pengetahuan kebutuhan manusia untuk membantu
seseorang untuk tumbuh dan berkembang. Kadang manusia tidak menyadari
tentang kebutuhannya. Perawat dapat membantu klien ke arah aktualisasi
diri dengan ccara membantu mereka menemukan arti dalam pengalaman sakit
mereka.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK HOLISTIK
BIOLOGIS
Merupakan suatu susunan system organ tubuh
Mempunyai kebutuhan mempertahankan hidup
Tak terlepas dari hukum alam lahir berkembang mati
PSIKOLOGIS
Manusia mempunyai system / struktur kepribadian
Tingkah laku sebagai manifestasi dari kejiwaan
Mempunyai daya pikir dan kecerdasan
Mempunyai kebutuhan psikologik perkembangan kepribadian
SOSIAL
Manusia perlu hidup bersama orang lain kerjasama memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya
Dipengaruhi oleh kebudayaan
Dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial
Berperilaku sesuai dengan norma yang ada
SPIRITUAL
Mempunyai keyakinan mengakui adanya Tuhan
Memiliki pandangan hidup sejalan dengan sifat religius
TEORI HOLISTIK
SELURUH ORGANISME HIDUP
SALING BERINTERAKSI
GANGGUAN PADA SATU BAGIAN
MEMPUNYAI BAGIAN YANG LAIN
MANUSIA SEBAGAI SISTEM
Terdiri dari Sistem
Unsur
Batasan
Tujuan
Manusia sebagai system terbuka terdiri dari sub system yang saling berhubungan secara terintegrasi satu total system
Manusia sebagai system adaptif
Adaptasi
Proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap
perubahan lingkungan yang mempengaruhi integritas atau keutuhan.
Lingkungan
Seluruh kondisi keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organisme atau kelompok organisme.
Perilaku Adaptif merupakan
Perilaku individu secara utuh
Beradaptasi dan menangani
Rangsang lingkungan
Manusia sebagai system personal, interpersonal, dan sosial
King (1976) 3 dinamik system interaksi dalam konsep manusia :
• Individu (sebagai personal)
• Kelompok (system interpersonal)
• Masyarakat (system sosial)
Kebutuhan dasar manusia
KING Perubahan energi di dalam maupun di luar organisme yang
ditunjukkan melalui respon perilaku terhadap situasi kejadian dan orang.
ROY Kebutuhan individu yang menstimulasi respon untuk mempertahankan integritas.
ABRAHAM MASLOW Teori kebutuhan dasar manusia “Hirarki Kebutuhan Manusia”
5 (lima) Kebutuhan Dasar Manusia menurut “ MASLOW” :
1. Kebutuhan Fisiologi ( Physiological Needs)
2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and selfrity need)
3. Kebutuhan rasa dicintai, memiliki dan dimiliki (love and belonging needs)
4. Kebutuhan harga diri (Self Esteem Needs)
5. Kebutuhan aktualisasi diri (Self actualization needs)
KEBUTUHAN FISIOLOGIS
Oksigen dan pertukaran gas - Istirahat dan tidur
Cairan - Aktivitas
Makanan - Kebutuhan Suhu Tubuh
Eliminasi - Jenis kelamin/Gender
KEBUTUHAN RASA AMAN (aspek dan psikologis)
Kebutuhan akan perlindungan dari udara dingin, panas, kecelakaan, infeksi.
Bebas dari ketakutan, kecemasan
KEBUTUHAN RASA CINTA, MEMILIKI DAN DIMILIKI
Memberi dan menerima kasih saying, kehangatan, persahabatan.
Mendapat tempat dalam keluarga dan kelompok social
KEBUTUHAN HARGA DIRI
Perasaan tidak tergantung, kompeten, respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
KEBUTUHAN PERWUJUDAN DIRI
Dapat mengenal diri dengan baik, tidak emosional, punya dedikasi tinggi, kreatif, percaya diri dan sebaginya.
KARAKTERISTIK KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama di mana setiap kebutuhan dimodifikasi sesuai kultur.
Seseorang memenuhi kebutuhannya sesuai, prioritas
Walaupun kebutuhan umumnya harus dipenuhi, beberapa kebutuhan dapat ditunda
Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan menghasilkan ketidakseimbangan homeostatic.
Kebutuhan dapat membuat seseorang berpikir dan bergerak untuk memenuhi rangsang internal dan eksternal.
Seseorang dapat merasakan adanya kebutuhan dapat berespon dengan berbagai cara.
Kebutuhan saling berkaitan, beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi akan mempengaruhi kebutuhan lainnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMENUHAN KEBUTUHAN
Penyakit berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan
Perawat dapat membantu klien untuk memenuhi kebutuhan pada setiap saat.
Hubungan yang berarti
Keluarga, support person
Perawat dapat membina hubungan yang
berarti dengan klien
Dapat membantu klien menyadari
kebutuhan mereka dan mengembang
cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan
Konsep Diri
Mempunyai kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan dan juga kesadarannya apakah kebutuhan terpenuhi atau tidak
Individu yang merasa dirinya baik, mudah untuk berubah, mengenal
kebutuhan dan mengembang cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan.
Tahap Perkembangan
• Menurut Erikson Jika individu dapat membina hubungan intimacy, maka kebutuhan cinta dan rasa memiliki terpenuhi.